Dunkirk: Kisah Heroik dan Keajaiban Penyelamatan di Medan Perang

Dunkirk.png
Poster film layar lebar Dunkirk yang ditulis dan disutradarai Christopher Nolan.

Siapa saja di antara kalian yang sudah menonton film Dunkirk di bioskop?

Film ini, ditulis, diproduseri, dan disutradarai oleh Christopher Nolan, salah satu sutradara tersukses dan penghasil film berpenghasilan terbesar di Hollywood. Mengisahkan tentang tiga protagonis berbeda dengan setting peristiwa yang lazim disebut Evakuasi Dunkirk.

Protagonis pertama, Tommy, adalah seorang tentara Inggris yang berhasil dievakuasi dari Dunkirk, dan kembali ke Inggris sebagai pahlawan. Protagonis kedua, adalah keluarga Dawson Senior, dengan anaknya Peter dan awak kapal mereka George, yang menggunakan kapal mereka sendiri berlayar menuju Dunkirk untuk membantu mengevakuasi prajurit Inggris, salah satunya Tommy. Protagonis ketiga adalah tiga pilot Spitfire yang melindungi Evakuasi Dunkirk dari udara.

Seperti layaknya film Christopher Nolan, film ini pun tidak memiliki banyak dialog, musik dan visualnya sangat kuat, dan sarat dengan emosi. Dunkirk juga berbeda dengan film lain karena tidak mengikuti plot Hollywood pada umumnya: Inggris, sebagai lakon utama, bukanlah pihak yang menang di film tersebut. Mereka adalah pihak yang kalah, terkepung, dan morat-marit melarikan diri dari medan perang, seperti dikisahkan oleh salah satu karakter di akhir cerita, bahwa ia khawatir mereka akan diludahi orang di jalanan karena mereka pecundang perang.

Di balik kisah para tokohnya dan gambaran medan perang yang dilukiskan oleh Nolan dalam filmnya, kita pun bertanya-tanya, apa itu Dunkirk, dan mengapa Nolan begitu terinspirasi oleh kisah ini?


Dunkirk 1.jpg
Tentara Inggris berjalan menyusuri pantai untuk mencapai kapal evakuasi.

Evakuasi Dunkirk, dengan kode Operasi Dynamo, adalah proses evakuasi terbesar yang dilakukan oleh tentara Sekutu (Inggris, Prancis, dan Belgia) dari pelabuhan kota Dunkirk, Prancis Utara, menyusul kekalahan mereka melawan tentara Jerman dalam Perang Prancis, di antara tanggal 26 Mei hingga 4 Juni 1940.

Dalam proses evakuasi ini, sebanyak 330.000 tentara Inggris berhasil diselamatkan dari Dunkirk dan dipulangkan ke Inggris. Evakuasi Dunkirk menjadi salah satu legenda dalam sejarah peperangan di Inggris, dikarenakan banyaknya rakyat sipil yang ikut membantu proses evakuasi dengan mengerahkan kapal milik mereka masing-masing, berlayar dari Inggris menuju Dunkirk untuk membantu negara menyelamatkan tentara mereka.


 

Dunkirk 2
Pasukan Ekspedisi Inggris pada latihan dekat Vimy, Oktober 1939.

Kisah awal bermula dari pemberangkatan Pasukan Ekspedisi Inggris menuju Prancis pada September 1939. Mereka ditugaskan untuk bergabung dengan pasukan Prancis yang menjaga perbatasan Belgia. Alasannya, Sekutu meyakini bahwa pasukan Jerman akan menyerang Prancis melalui Belgia, melewati Baris Maginot, barisan berupa benteng pertahanan, senjata, dan perangkap yang dibangun oleh Prancis di sepanjang perbatasan untuk menahan pasukan Jerman di tahun 1930-an.

Pada tanggal 10 Mei 1940, pasukan Jerman menyerang Belgia dan Belanda, mendorong tentara Inggris dan Prancis bergerak untuk serangan balik. Namun, ternyata serangan ini hanya taktik belaka, sebab pasukan utama Jerman justru bergerak diam-diam melalui perbukitan dan hutan-hutan Ardennes. Karena letak dan bidangnya yang curam dan berbahaya untuk serangan dengan tank, lokasi ini tidak dijaga dengan baik sehingga mudah ditembus.  Tentara Sekutu di Belgia tak berdaya menahan serangan Jerman. Perintah mundur diluncurkan pada tanggal 14, menuju Escaut.

Ketika penarikan pasukan dilakukan, pasukan Jerman semakin menekan pasukan Prancis yang sudah dilemahkan dari Meuse. Ketika tanggal 20 tiba, pasukan Jerman sudah berhasil mencapai wilayah laut di dekat Abbeville, sekaligus menjebak tentara Sekutu di Belgia dan Pas de Calais.

Dunkirk Map
Peta perang dunia kedua yang menggambarkan lokasi Dunkirk, Belgia, dan Prancis.

Beberapa usaha untuk mendobrak barisan tentara Jerman dicoba, namun tidak ada satupun yang berhasil. Pada tanggal 23 Mei, Lord Gort, komandan Pasukan Ekspedisi Inggris, memutuskan bahwa serangan mendobrak tidak akan berhasil, dan memulai persiapan untuk evakuasi tentara.

Di pihak lain, Jerman mulai menyerang garis pantai Prancis, diawali dengan serangan terhadap Boulogne pada tanggal 22 Mei, dan Calais pada tanggal 23 Mei (kedua kota tersebut dapat dilihat di peta di atas). Dunkirk menjadi satu-satunya pelabuhan yang memungkinkan untuk titik evakuasi maupun pengiriman persediaan perang.

Pada tanggal 24 Mei, pihak Jerman yang berniat menyerang Dunkirk menerima perintah berhenti, dengan beberapa alasan: untuk mempersiapkan logistik dan perbekalan yang diperlukan untuk pasukan garis depan mereka; pasukan Inggris yang melakukan serangan balik di Arras cukup melemahkan pasukan Jerman di sana; dan terakhir karena Goering, komandan perang yang juga mantan angkatan udara ingin memamerkan kehebatan angkatan udara Jerman. Untung beruntung, perintah berhenti ini memberikan kesempatan kepada tentara Sekutu untuk melakukan evakuasi. Pada tanggal 26 Mei, perintah resmi untuk evakuasi tentara Inggris akhirnya diturunkan.

Pada pukul 18:57 tanggal 26, angkatan laut memerintahkan Admiral Bertram Ramsay, panglima angkatan laut yang memegang kendali atas Dover, untuk memulai evakuasi, dengan nama kode Operasi Dynamo (walaupun pada faktanya kapal-kapal evakuasi sudah mulai melintasi kanal menuju Inggris sejak pukul 15:00 sore). Ketika perintah diturunkan, setidaknya dua kapal sudah lalu lalang mengevakuasi tentara Inggris empat jam sekali, membawa kira-kira 1300 tentara per kapal.

Pada tanggal 27, tentara Jerman mulai membangun deretan persenjataan di sepanjang rute antara Dunkirk dan Dover, yang berarti perjalanan evakuasi harus melewati rute lebih jauh. Meskipun demikian, Inggris malah menaikkan rasio kapal yang dikirimkan sehingga dua kapal akan datang setiap 3.5 jam sekali.

Terakhir, usaha untuk evakuasi tentara mulai mengarah ke area timur Dunkirk yang belum tersentuh proses evakuasi. Lima kapal utama digunakan untuk keperluan ini. Di tengah malam, tambahan 17 kapal kecil ikut dimanfaatkan untuk proses evakuasi. Demi mempercepat proses evakuasi, Ramsay meminta kapal-kapal barkas dan perahu-perahu motor milik rakyat sipil untuk dipinjamkan sementara demi menyelamatkan para tentara yang masih tersisa.

Namun ketika sore tiba, ketakutan akan usaha dari Jerman untuk memutus hubungan antara pasukan utama Inggris dengan pasukan yang masih tertinggal di Dunkirk mulai naik. Kepanikan mulai pecah, yang memaksa angkatan laut pusat mengirimkan sebanyak mungkin kapal untuk mengangkut tentara. Namun di malam yang sama, kapal Queen of the Channel dibom oleh tentara Jerman dan berhasil ditenggelamkan.

Queen of the Channel
Queen of the Channel, 1935 – 1940

Pada tanggal 28, perkembangan situasi memungkinkan pelabuhan Dunkirk dibuka, namun hanya untuk kapal perang dan perahu kecil dan hanya di siang hari. Kapal feri dan barkas sejenisnya diarahkan ke garis pantai, untuk memasuki pelabuhan pada malam hari. Ramsay menerima kiriman kapal-kapal penyapu ranjau dari angkatan laut pada tanggal 28, serta kapal perang lainnya dari Portsmouth, pangkal angkatan laut Inggris lainnya. Ranjau dan persenjataan yang sudah dipasang Jerman di sepanjang rute utama menuju Dunkirk berhasil disapu bersih berkat bantuan kapal penyapu ranjau ini, sehingga memungkinkan kapal-kapal evakuasi lainnya untuk memasuki pelabuhan tanpa takut, sekaligus membantu menstabilkan suasana.

Angkatan Udara Jerman mencoba beberapa kali untuk melakukan pengeboman terhadap kota Dunkirk dan kapal-kapal evakuasi yang lalu lalang (yang digambarkan oleh Nolan dengan perang udara antara tiga pesawat Spitfire milik Inggris melawan pesawat tempur Jerman) namun berhasil dihalau oleh pihak Inggris. Namun korban tetap berjatuhan; kapal perang Inggris bertajuk Wakeful berhasil dihancurkan dengan serangan torpedo, dengan korban jiwa sekitar 600 orang. Kapal evakuasi HMS Grafton yang berusaha mengevakuasi korban dari Wakeful gugur terkena torpedo dari kapal selam U-62 milik tentara Jerman.

Dengan mulainya kepanikan dan penyerangan ini, kapal penyapu ranjau Comfort secara tidak sengaja terkena peluru nyasar dari Grafton dan Lydd, sebelum hancur ditabrak oleh Lydd. Ketika siang hari tiba, pesawat tempur Jerman memulai pengeboman terhadap pelabuhan Dunkirk, menenggelamkan banyak kapal baik kapal perang maupun kapal evakuasi. Pengeboman ini mengakibatkan pelabuhan Dunkirk kembali ditutup, dan kapal-kapal perang kiriman Angkatan Laut Inggris terpaksa ditarik.

Pada tanggal 30, tentara Inggris membangun dermaga sederhana di pantai Bray, walaupun dermaga ini tidak cukup stabil untuk digunakan oleh perahu besar. Penarikan kapal perang akibat serangan Jerman sehari sebelumnya mengakibatkan jumlah tentara yang dapat dievakuasi berkurang secara drastis. Dengan protes keras dari Ramsay, pada tanggal 31, akhirnya 6 buah kapal perang dikembalikan untuk digunakan Ramsay di Operasi Dynamo. Proses evakuasi juga mulai dikerahkan untuk melibatkan tentara Prancis di dalamnya – sebelumnya hanya tentara Inggris saja yang dievakuasi.

Proses terus berjalan walaupun sempat mengalami pengeboman dari tentara Jerman dan angin yang tak bersahabat. Untungnya, di hari yang sama, kapal-kapal penyelamat milih rakyat sipil mulai berdatangan, kadang diawaki oleh pemiliknya sendiri, ataupun dipinjam oleh angkatan laut dan dikendalikan oleh pasukan Inggris. Selain digunakan untuk mengirimkan tentara dari Dunkirk langsung menuju Inggris, kapal-kapal kecil ini juga digunakan untuk mentransportasikan tentara dari pelabuhan ke kapal perang besar yang tidak bisa berlabuh di dermaga darurat.

Subuh tanggal 1 Juni, Jerman memulai penyerangan melalui pesawat tempur secara besar-besaran yang berlangsung hingga petang. Tiga kapal perang Inggris yaitu Basilisk, Havant, dan Keith, berhasil ditenggelamkan, walaupun korban jiwa berhasil diminimalisir. Meskipun proses evakuasi terus berlangsung, tentara Jerman juga berhasil membangun ulang barisan granat mereka di sepanjang rute utama kanal Dunkirk – Dover, sehingga evakuasi di siang hari tak lagi dapat dilakukan. Kapal perawat Paris berhasil ditenggelamkan ketika berusaha mengevakuasi tentara yang terluka dari pelabuhan Dunkirk. Paris menjadi kapal terakhir yang mengangkut tentara; pada pukul 23:30 tanggal 2 Juni, Tenannt, representatif Angkatan Laut Inggris yang dikirim ke Dunkirk untuk membantu Ramsay, menyatakan bahwa seluruh Pasukan Ekspedisi Inggris berhasil diselamatkan. Pada malam hari tanggal 3 hingga subuh tanggal 4 Juni, sekitar 27.000 tentara Prancis juga berhasil dievakuasi.

Tentara Jerman berhasil mendobrak garis pertahanan Dunkirk setelah ini, namun mereka tidak berhasil menangkap banyak tentara Sekutu sebab nyaris semua tentara sudah berhasil dievakuasi.


 

Winston Churchill dalam pidatonya menyatakan bahwa kekalahan tentara Sekutu di perbatasan Prancis – Belgia adalah bencana militer yang besar, dan Evakuasi Dunkirk menjadi “miracle of deliverance”, mukjizat penyelamatan yang pada awalnya terlihat nyaris tak mungkin dilaksanakan.

Ramsay sukses menjalankan operasi yang besar dan kompleks, menaikkan ekspetasi pasukan yang berhasil dievakuasi dari hanya 30.000 prajurit menjadi 330.000 prajurit Inggris dan banyak lagi prajurit Prancis. Kelak, Ramsay menjadi salah satu ahli operasi amfibi dalam Angkatan Laut, serta mengkomando tentara Sekutu yang diberangkatkan menuju Normandy, Prancis, di tahun 1944. Pasukan Inggris yang berhasil diselamatkan dalam Operasi Dynamo kelak melanjutkan perjuangan mereka dalam perang Sekutu melawan Jerman lainnya. Tanpa keberhasilan evakuasi ini, tak dipungkiri kemampuan perang Inggris akan turun drastis.

Sumber:

The War in France and Flanders, Major L. F. Ellis, HMSO, 1954

The Evacuation of the Allied Armies from Dunkirk and Neighbouring Beaches, Vice Admiral Bertram Ramsay, 1940, published in the Supplement to the London Gazette, 17th July 1947

Dunkirk: Fight to the Last Man, Hugh Sebag-Montefiore, Penguin, 2015 – this would be my recommendation for a pop-history work on the topic.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s