Siapa Saja Tokoh-tokoh dalam Alkitab yang Sudah Terbukti Ada?

Isaiah Scroll
Gulungan kitab Yesaya yang ditemukan di Goa Qumran.

Alkitab, buku yang ditulis dalam rentang ratusan tahun, oleh berbagai macam orang, dikumpulkan dari berbagai legenda dan catatan sejarah yang akhirnya membentuk identitas nasional bangsa Israel yang dikisahkan sebagai bangsa pilihan Tuhan. Berbagai macam teori dikemukakan arkeolog dan sejarawan tentang ditulisnya Alkitab, namun yang paling dikenal adalah Documentary Hypothesis.

Sebagai kumpulan buku dimana legenda dan sejarah bercampur dan susah dipisahkan, banyak orang kebingungan, siapa tokoh-tokoh Alkitab yang benar-benar ada, dan siapa yang hanya legenda?


 

Ditemukannya Mesha Stele (prasasti yang ditulis di jaman Raja Mesha dari Moab, sebuah kerajaan yang terletak di modern Yordania, dan namanya sering disebut di Alkitab sebagai bangsa yang berasal dari hasil inses antara Lot dengan anak perempuannya) yang ditulis di tahun 840 BC, dan Tel Dan Stele yang kemungkinan besar ditulis oleh Hazael dari Damascus, menguak keberadaan berbagai tokoh di Alkitab. Masa ditulisnya prasasti-prasasti tersebut menjadi bukti kontemporari, dan menjadi satu-satunya sumber lain yang menuliskan tentang tokoh-tokoh tersebut selain Alkitab.

Selain kedua sumber di atas, nama-nama berbagai tokoh juga muncul di catatan kerajaan bangsa-bangsa sekitar maupun sejarawan masa lalu seperti Josephus, sejarawan Yahudi – Romawi yang paling dikenal sebagai satu dari sedikit sumber yang menulis tentang keberadaan Yesus.

Siapa saja tokoh Alkitab yang sudah ditemukan bukti keberadaannya dari sumber-sumber kontemporer ini? Mari kita simak di bawah.


 

Tel Dan Stele
Potongan Tel Dan Stele yang telah ditemukan.

Tel Dan Stele, adalah beberapa potongan prasasti yang ditemukan di tahun 1993 – 1994 di daerah Tel Dan, Israel. Prasasti itu ditulis dalam bahasa Aramaic, dan ditulis oleh Hazael dari Damascus yang mengisahkan tentang kemenangan beliau terhadap Omri, raja Israel. Sayang sekali prasasti ini tidak ditemukan lengkap.

Tulisan bytdwd yang berarti “Rumah Daud” (terdiri dari dua kata, byt “bait” dan dwd “Daud”) ditemukan di kalimat 31 di Tel Dan Stele. Perdebatan berlangsung dengan ditemukannya kata tersebut tentang keotentikan Raja Daud dari Israel. Dalam Tel Dan Stele, Hazael mengisahkan kemenangannya atas raja Omri dari Israel, yang disebut sebagai seorang bangsawan yang berasal dari “Rumah Daud”, atau berarti beliau adalah keturunan Raja Daud. Di prasasti yang sama, di kalimat 12, juga ditemukan kata ‘r’l dwdh yang berarti “altar Daud”. Walaupun prasasti ini tidak membuktikan keberadaan Raja Daud yang sebegitu terkenal dan memiliki kerajaan besar seperti dikisahkan di kitab Samuel karena tidak ditemukannya bukti arkeologi yang memadai, seperti bekas kerajaan dan sejenisnya, bukan tak mungkin Raja Daud di Alkitab merupakan legenda rakyat tentang pendahulu bangsa Israel. Kemungkinan besar Raja Daud adalah seorang pemimpin suku yang pada akhirnya berkembang menjadi kerajaan besar.

Nama raja Omri, muncul di dalam prasasti tersebut sebagai ‘mry mlk yšr’l (Omri, Raja Israel) terdiri dari 3 kata ‘mry yang berarti Omri, mlk (malik) yang berarti raja, dan yšr’l yang dibaca Israel. Dalam Alkitab, Omri dikisahkan sebagai panglima perang dari Raja Elah, yang menggantikan beliau menjadi raja ketika sang Raja dibunuh oleh Zimri. Omri berkuasa dari tahun 884 – 873 BC.

Yoram, putra Ahab, yang disebut dalam 2 Raja-raja 3 sebagai raja yang jahat di mata Tuhan. Namanya muncul dalam Tel Dan Stele kalimat 7 sebagai [yw]hrm . bn . ’[ḥ’b] atau “Yehoram, putra Ahab”.

Putra Yoram, yang bernama Ahaziah, ditemukan pula namanya di kalimat 8, ditulis sebagai [’hz]yhw sebagai raja dari keturunan “Rumah Daud”.


 

Mesha Stele
Mesha Stele, terletak di museum Louvre, Paris.

Prasasti kedua yang juga banyak memuat nama-nama tokoh Alkitab disebut dengan Mesha Stele. Ditulis di tahun 840 BC oleh raja Mesha dari Moab. Dalam prasasti ini, Raja Mesha menceritakan betapa Dewa Chemosh menjadi marah terhadap bangsa Moab sehingga menyerahkan mereka kepada bangsa Israel. Setelah beberapa lama, Dewa Chemosh merasa kasihan dan membebaskan mereka dari jajahan Israel. Selain kisah ini, Mesha juga menuliskan tentang pembangunan yang telah dilakukannya selama ia bertahta.

Bagian Mesha Stele yang sangat menarik adalah bagian di mana Mesha menceritakan sebuah kisah yang dapat dikenali juga ditulis di 2 Raja-raja 3:4 – 8, tentang raja Moab bernama Mesha yang memberontak terhadap Israel. Kisah keduanya, walaupun sama pada intinya, namun berbeda di dalam detailnya di mana tentu dalam Mesha Stele sang Raja menuliskan bagaimana ia memenangkan perang, sedangkan dalam Alkitab dikisahkan bagaimana bangsa Israel “menyembelih” banyak orang Moab.

Dari namanya (Mesha Stele), tentu orang pertama yang dapat dibuktikan keberadaannya adalah Mesha sendiri, raja Moab. Namanya tertulis pada kalimat pembuka prasasti “Aku Mesha, raja Moab”.


 

Selain kedua prasasti di atas, banyak pula ditemukan catatan kerajaan terutama Asyur, berbagai prasasti dan cap kerajaan yang sangat berharga sebagai bukti kontemporer keberadaan tokoh-tokoh Alkitab ini, walaupun seringkali kisahnya tak seperti yang ditulis dalam Alkitab. Sejarah ditulis oleh pemenang dan memiliki banyak sisi, seperti contoh tentang kisah Raja Mesha dari Moab yang bertolak belakang dalam Alkitab dengan prasastinya.

Raja Hiram dari Tirus sering disebut di kitab Raja-raja sebagai raja yang bekerjasama dengan Salomo. Sang Raja mempersembahkan kayu cedar untuk digunakan membangun Bait Allah. Pada kenyataannya, kemungkinan besar kerjasama ini bukan dilakukan di masa Raja Salomo, namun Raja Ahaz yang merenovasi Bait Allah, kisahnya dituliskan di 2 Raja-raja 16. Keberadaan Raja Hiram ditulis dalam catatan Menander dari Efesus, seorang sejarawan yang menuliskan sejarah Tirus menggunakan catatan lokal.

Dalam 1 Raja-raja 16:31 disebutkan juga seorang raja dari Tirus bernama Ethbaal, yang menguasai tidak hanya Tirus tapi juga seluruh tanah Phoenicia, Beirut, Sidon, dan Kepulauan Siprus. Nama Ithobaal I muncul dalam catatan yang sama, disebut sebagai raja dari Tirus dan Sidon.

Shoshenq
Firaun Shoshenq I dalam bentuk Sphinx.

Seorang firaun bernama Shishak dituliskan mencoba menyerang Israel dalam kisah 1 Raja-raja 14:25. Firaun ini diidentikkan dengan Firaun Shoshenq I dari Mesir, yang prasasti tulisannya ditemukan di Megiddo.

Raja Ahab, sangat terkenal sebagai raja jahat yang memperistri Izebel, seorang putri dari Phoenicia yang membawa penyembahan Baal ke Israel. Nama Ahab, putra Omri, tertulis dalam Kurkh Monolith sebagai “Ahab, raja Israel” sebagai salah satu raja yang berkoalisi melawan Shalmanesser III dari kerajaan Asyur, dalam Peperangan Qarqar di tahun 853 BC.

Hazael dari Damascus diidentikkan sebagai penulis Tel Dan Stele, walaupun ini masih diperdebatkan kebenarannya. Yang jelas, nama Hazael muncul dalam Zakkur Stele, sebagai ayah dari Ben-Hadad, raja Aram (bn hz’l mlk ’rm). Nama Hazael juga muncul beberapa kali dalam tawarikh Shalmanesser III. Nama Ben-Hadad juga muncul dalam prasasti yang sama, sebagai Ben-Hadad, putra Hazael, raja Aram. Kisah keduanya dapat ditemukan di 1 Raja-raja 19.

Shalmanesser III adalah raja Asyur yang berkuasa dari tahun 859 – 824 BC, putra dari raja sebelumnya Ashurbanipal. Rentang kekuasaannya yang panjang menjadi saksi sang Raja mengadakan penyerang ke Babilonia, Mesopotamia, Syria, dan berbagai daerah lain di sekitarnya. Tawarikh Shalmanesser III menguak banyak keberadaan tokoh Alkitab yang selama ini tak diketahui.

Kita tentu mengenal kisah Yehu, putra Yosafat, putra Nimshi, yang diurapi oleh Nabi Elisa untuk menjadi raja Israel yang akan mengakhiri kekuasaan Raja Ahab dan ratunya Izebel. Kisahnya dalam 2 Raja-raja 9 juga membawa ramalan tentang kematian Izebel yang akan dimakan oleh anjing liar. Nama Yehu muncul dalam tawarikh Shalmanesser III, sebagai Yehu, dari Rumah Omri (keturunan Omri).

Beberapa penggalian di daerah Israel menemukan beberapa cap kerajaan dari abad ke-8 sebelum masehi. Salah satu cap yang ditemukan bertajuk “milik Shema, menteri dari Yeroboam, putra Yehoas”. Raja Yeroboam dikenal sebagai raja yang berkudeta terhadap Rehoboam, dan memecah Israel menjadi dua. Dua cap lain yang ditemukan bertuliskan “milik ‘byw (nama tak dikenal) pelayan dari Uzia” dan “milik šbnyw (nama tak dikenal) pelayan dari Uzia”. Raja Uzia yang juga dikenal sebagai Azariah adalah raja dari kerajaan Yehuda (yang dibentuk setelah perpecahan Israel), dan ia dikenal sebagai raja yang dikutuk Tuhan dengan kusta dalam 2 Raja-raja 15:5.

Raja Pekah, putra dari Remaliah, muncul namanya dalam tawarikh Tiglath-Pileser III, raja Asyur, yang mencatat tentang kematian Pekah dan naiknya Hosea menjadi raja menggantikan Pekah. Dalam tawarikh yang sama, dikisahkan pula bahwa Tiglath-Pileser III menerima upeti dari Menahem, putra Gadi, dari Samaria. Kisah perseteruan antara Pekah dan Menahem diceritakan dalam 2 Raja-raja 15. Beberapa nama lain yang muncul dalam tawarikh yang sama antara lain Raja Ahaz, putra Yotam, yang dalam tawarikh tersebut disebutkan sebagai “raja Yehuda”, serta Hosea, raja setelah Pekah.

 

 


 

Demikianlah beberapa nama dan kisah kebanyakan dari kitab Raja-raja, yang nama-namanya muncul dalam catatan bangsa-bangsa lain sekaligus membuktikan historisitas mereka.

Walaupun kisah mereka tidak terkenal, dan lebih terkenal kisah pendahulu mereka termasuk Raja Daud dan Salomo, tidak ditemukan bukti apapun tentang kedua raja tersebut baik dari segi arkeologi maupun sumber kontemporer. Pencarian masih terus berlanjut, dan bukti baru akan terus terkuak, namun sementara ini, keberadaan keduanya masih tak lebih dari legenda.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s